Potensi Desa Candirejo, Magetan, Jawa Timur

 Potensi Desa Candirejo, Magetan Jawa Timur

    Desa Candirejo merupakan salah satu desa yang berada pada wilayah Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan Kode pos 63319. Desa Candirejo dibagi menjadi 4 dusun, 4 RW, dan 21 RT. Desa Candirejo memiliki beberapa potensi desa seperti sar lodho, penghasil jajanan jenang candi, pengrajin alas kaki kulit. Desa Candirejo merupakan desa yang memiliki beberapa potensi seperti sar lodho desa candirejo Salah Satu Inovasi Desa Candirejo dalam Pengembangan Desa Wisata serta memunculkan kembali salah satu Icon Desa Candirejo yaitu Sar Londho yang sudah ada sejak tahun 1921. Sar londho yang sekarang berlokasi di Lapangan Desa Candirejo menyajikan berbagai olahan Menu Makanan dan jajanan Tempo Dulu seperti Sego Menog, Sego Pecel, Tepo Pecel, Sego Jagung, Sego Bancakan, Bubur Pecel, Soto, Aneka macam Jenang, Serabi, cenil, Puro dan Lain lainnya.


    Desa Candirejo ini juga memiliki jajanan khas daerah yaitu jenang candi. Pada tahun 1993 Mursiah yang saat itu menjual jajan pasar kecil-kecilan berniat untuk mengembalikan ketenaran jenang candi tersebut. Dengan bahan yang sangat terbatas, Mursiah mencoba membuat 5 kg jenang Candi. Dijajakannya jenang tersebut diantara jajanan pasar yang telah terlebih dahulu didagangkan. Tak disangka jenang Candi tersebut ternyata laris dibeli oleh pelanggan. Jenang Candi memiliki cita rasa yang guring dan legit, ketahanan konsumsi jenang candi hanya berlaku 1 minggu pada suhu ruang. Hal ini dikarenakan jenang candi tidak menggunakan bahan pengawet, jenang candi dibuat menggunakan bahan baku beras ketan pilihan dan kelapa yang dipilih benar-benar tua. 


    Selain terkenal akan Jenang Candi dan Sar Lodho, Desa Candirejo juga terkenal sebagai desa pengrajin kulit. Desa Candirejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sudah lama dikenal sebagai penghasil berbagai jenis kerajinan berbahan kulit. Produk seperti sepatu, sandal, hingga jaket kulit, dihasilkan dan dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.  Dari sekian banyak perajin yang ada, ada satu pengrajin yaitu bapak Sumadi yang terbilang unik. Bukan sepatu atau jaket, bapak sumadi 72 tahun itu justru memfokuskan diri untuk membuat aksesoris sepeda kuno atau sepeda onthel berbahan kulit hewan. Dibantu 12 karyawan, setiap harinya bapak Sumadi membuat berbagai jenis aksesoris sepeda, seperti sadel, tas samping, penutup roda, hingga tas setir. Usaha aksesoris kerajinan kulit ini ditekuni bapak Sumadi sejak 1970. Saat itu, dirinya hanya memproduksi sadel. Tujuh tahun belakangan beliau mulai merambah ke pembuatan akseoris sepeda kuno lainnya. Menariknya, semua kerajinan kulit karya Sumadi di produksi secara tradisional. Tidak ada alat modern. 


    Namun sayang nya seiring berkembangnya zaman semakin berkurangnya SDM di Desa Candirejo untuk mengelola potensi desa ini. Kebanyakan para pengrajin kulit, Penjual Sar Lodho, Pembuat Jenang Candi adalah para bapak/ibu yang usianya sudah tua, para pemuda di desa candirejo masih kurang memiliki kesadaran diri akan potensi yang ada pada desa nya, sehingga kurang kontribusinya para generasi muda menyebabkan kekurangannya SDM yang mengembangkan/mempertahankan potensi desa tersebut. Solusi dalam kendala tersebut adalah pemerintah desa setempat lebih merutinkan kegiatan edukasi atau sosialisasi terhadap anak muda, mengenai urgensi dan esensi potensi desa yang ada di Candirejo agar generasi muda lebih sadar akan potensi yang terdapat di desa candirejo tersebut.


Comments